Curatorial

0 comments

* Read in English

Tidaklah berlebihan apabila saat ini jazz dikatakan sebagai aliran musik global, cukup flexible terhadap banyak situasi dan adaptif terhadap kemungkinan bunyi yang ada untuk bisa masuk kedalam lingkaran arus harmoni musik jazz. Jazz mengalami perjalanan secara organis dari Amerika ke berbagai belahan dunia, melalui mekanisme imigrasi dan emigrasi pula jazz mengalami pertukaran budaya melalui berbagai hal.

Amerika menjadi tempat kelahiran aliran musik tersebut, akhir-akhir ini di dunia jazz ada pendapat atau klaim yang agak aksiomatis yaitu bahwa jazz saat ini tidak bertanah air. Seandainya jazz adalah manusia maka dia telah menjadi stateless dan bukan lagi merupakan bagian dari sepotong sejarah. Dengan demikian jazz bukan lagi menjadi milik bangsa amerika. Amerika adalah hanya merupakan tempat lahir saja dimana selanjutnya jazz menjadi dinamis, saat ini tanah air jazz ada dimana-mana. Hal ini akan terus berlanjut karena musik terus mengalami revolusi dan evolusi.

Akan tetapi sebagai sebuah kenyataan sejarah dari perut jazz telah lahir aliran-aliran seperti: Rag time, tahun 1890-1915 dimana tahun-tahun tersebut merupakan jaman keemasan awal jazz lahir dengan birama 2/4 sebagai penanda musikalnya dan Scot Joplin menjadi orang paling penting untuk aliran ini. Berikutnya adalah Blues dimana vokal menjadi dominan karena ini awalnya merupakan afrikan folk music tahun 1890 awal kelahirannya dan mengkristal pada tahun 1910, bentuk yang paling terkenal adalah Memphis Blues pada tahun 1912, St Louis Blues 1914. Yang paling fenomenal adalah ketika album Besiie Smith terjual 1 juta copy. New Orleans Style lahir antara tahun 1900 hingga tahun 1917 disini terkenal dengan gaya dixiland, dengan musisi Ferdinand Jelly Roll Morton, Joseph king Oliver dll.

Swing merupakan perkembangan bentuk jazz berikutnya sekitar tahun 1920an masa keemasan aliran ini antara tahun 1935-1945. Dengan tokohnya Duke Ellington, Count Bassie, Benny Godman dengan sebutan The King of Swing. Be-bop merupakan perkembangan dari aliran jazz berikutnya, bebop merupakan bentuk pemberontakan kreatifitas pada improvisasi, penulisan aransemen dari bentuk swing. Bebop merupakan gaya yang sangat kompleks dari aliran sebelumnya dengan Charlie Parker sebagai tokoh utamanya. Pada tahun 1950 jazz mengalami banyak inovasi Coll Jazz adalah bentuk nyata dari inovasi tersebut, cool jazz merupakan lawan dari bentuk jazz sebelumnya. Laster Young, dan Stand Getz, Milles Davis, merupakan tokoh pada jaman ini.

Tahun 1960an muncul aliran free jazz dengan tokohnya yang paling terkenal yaitu Ornette Coleman dan John Coltrane. Free jazz banyak mengusung kebebasan gaya kompositoris dimana bentuk komposisi tidak terikat pada pakem jazz sebelumnya juga dalam hal improvisasi aliran ini banyak mengetengahkan improvisasi yang keluar dari kaidah baku improve. Jazz Rock barangkali merupakan aliran terakhir yang masuk kedalam jazz unsur hentakan musik rock dipadu dengan improvisasi jazz menjadi bagian paling dinamis pada gaya ini. Harbie Hancock, Miles Davies, Chick Corea, Joe Zawinul, Wayne Shorter merupakan orang yang paling giat mempopulerkan aliran ini. Jazz sebagai sebuah aliran ataupun gaya musikal telah pula mengalami sinkretisme dengan musik kontemporer, musik abad XX seperti tampak nyata pada karya-karya komponis besar seperti Stravinsky, Bella Bartok, Edgar Varese, Piere Boulez dll

New World

Kurang lebih 2 abad yang lampau ketika seperangkat gamelan jawa di bawa ke perancis untuk sebuah expo, Debusy menyaksikan dengan seksama bagaimana gamelan itu dimainkan. Dia begitu terperangah dan kagum akan kekayaan harmoni dari gamelan tersebut, Debusy berpendapat, inilah musik sebenarnya, musik yang ia idam-idamkan harmony yang ia cita-citakan. Itulah musik sebuah dunia yang penuh misteri, kekaguman debusy tersebut paling tidak membuka cakrawala baru bagaimana musik (gamelan) tersebut telah memberikan pencerahan baru bagi dunia penciptaan musik di eropah. Cikal bakal bahwa dunia makin tak berbatas sebenarnya sudah dirasakan oleh Debusy, artinya ketika dia melihat gamelan dimainkan dia merasakan katarsis yang lain. Dia merasa ada di wilayah itu, gamelan menjadi wakil pikiran dan perasaan Debusy, sebenarnya inilah harmony yang ia idam idamkan.Bahasa bunyi yang dihasilkan gamelan sudah tidak lagi berbicara pada tataran teknis permainan belaka, ada semacam wilayah permainan yang sangat dalam yang tidak dapat ditemukan dimusik barat pada saat itu. Sayangnya perasaan itu hanya dimiliki oleh seorang Debusy, boleh jadi beliau lahir mendahului jamannya dengan kata lain ia terlalu cepat lahir.

Saat ini ketika semua serba mungkin, ketika teknologi berubah setiap saat, kemunculan hal-hal baru bukanlah sesuatu yang sulit. Informasi dengan mudah diakses. internet menjadi bagian keseharian, memiliki computer adalah kewajiban. Dunia menjadi tanpa batas, kejadian di belahan dunia yang lain dengan cepat diketahui oleh belahan lainnya. Kemajuan teknologi telah memudahkan seorang musisi untuk dapat menikmati, mengambil dan menggunakan semua persoalan musical yang terjadi pada musik di dunia yang lain untuk kemudian dipergunakan pada karya musiknya guna melahirkan sebuah karya musik (komposisi) baru. Akan tetapi persoalan kekaryaan tidak berhenti pada klepto harmony ataupun pemakaian simbol dan tanda-tanda musikal semata dari musik yang diambil. Ada semacam ketulusan sikap dan penjelajahan sangat dalam yang diperlukan untuk membangun sebuah citarasa musikal yang kemudian akan melahirkan sebuah komposisi baru.

Pengalaman dari Debusy diatas barangkali merupakan sepenggal contoh otentik bagaimana membangun atmosfer musical dari sebuah ketulusan sikap, dan wilayah musical yang paling memungkinkan untuk melakukan hal tersebut adalah genre musik jazz. Hal ini dikarenakan jazz merupakan aliran yang sangat flexsibel, terbuka dan adaptif. Sebagai sebuah aliran musik yang paling demokratis, jazz telah banyak mengalami perubahan,Jazz mengalami arus bolak-balik yang sangat kuat, apabila dahulu perhatian jazz tertuju pada Amerika sebagai kiblat jazz, maka saat ini bahkan sejak tahun 60an telah terjadi lintasan-lintasan kecil ketika orang/jazzer Amerika pergi keluar mencari bahan mentah baru untuk kemudian dikembangkan menjadi aliran baru, Asia menjadi tujuan musik timur ini menjadi magnet yang kuat, India, Tibet, Afganishtan, Bali menjadi padang perburuan Jazz.

Ravi Shankar, adalah contoh nyata dari perburuan tersebut, dimana Aldi Meola pernah menjadi lawan mainnya. Jango Reinhard gitaris dengan sentuhan gypsi dan saxophonis Norwegia Jan Garbareck adalah korban berikutnya dimana mereka dengan sukses memasukkan gaya musik tradisionil negaranya digunakan kedalam musik Jazz di Arus Jazz modern menjadi semakin semarak, orang luar menyerbu Amerika dengan segenap gaya jazz yang mengagetkan. Saat ini jazz bukan lagi refleksi sosial masyarakat kelas bawah, akan tetapi jazz telah berubah menjadi semacam forum demokrasi besar dimana setiap orang,setiap bangsa bebas menggaulinya Jazz menjadi semacam musik pembebasan, jazz menjadi semacam musik yang paling terbuka dan dinamis untuk sebuah dialog, instrumen menjadi alat dialog dalam jazz, peluang besar ini paling tidak telah ditangkap dengan jauh seperti oleh grup Krakatau dari Indonesia, Arto Moreira, Oumar Sousa,Tewa Novel dari Thailand, Krzystof Scieranski dari Polandia atau bahkan Subramanivan dari India mereka melakukan

Sinkretikme baru kedalam musik Jazz dengan mengawinkan harmoni musik tradisi masing-masing dengan harmoni jazz, keduanya tidak saling mengalahkan bahkan yang terjadi adalah munculnya bahasa musik yang unik sehingga lahirlah World Jazz. Dengan demikian jazz telah melahirkan sebuah dunia baru, dengan sebuah tatanan baru, tradisi baru .

Dengan mengusung tema A Voice Of the New World, Bandung World Jazz ingin mengajak musisi dan masyarakat pecinta musik untuk bersatu dalam satu kesamaan minat dan kepentingan membangun dunia tanpa batas dan sebuah peradaban baru.

Oleh: Djaelani, Fasilitator musik di Jendela Ide, RMHR, Temasek Internasional School, Dosen Jurusan Musik UNPAS Bandung, Curator: Sabuga Jazz Fest 2008, Bandung World Jazz 2009.

[English]

To say that today jazz is a global music trend is no exaggeration. It is flexible and sufficiently adaptive to the possibilities of other sounds to enable them to enter into the realm of jazz harmony. Jazz has traveled naturally from America to various parts of the world, and through the mechanisms of immigration and emigration jazz has experienced cultural exchanges in different ways.

America is the birthplace of this form of music, while in the world of jazz today there is a rather axiomatic opinion or claim that it has no homeland. If jazz were a person, it would be stateless and no longer part of a specific history. In this way then, jazz no longer belongs to the American people. America is just where it was born, but then it became dynamic, and now its home is everywhere. This will undoubtedly continue because music is always undergoing revolution and evolution.

Nonetheless, the historical fact remains that jazz gave birth to other forms, such as: Ragtime, in 1890-1915, years which were the birth of the golden age of early jazz with 2/4 rhythm as its musical signal with Scott Joplin becoming the most important person in this movement. Next came the Blues in which the vocals were dominant because this originated from African folk music in 1890 and crystallized in its form in 1910. The most famous forms were Memphis Blues in 1912, St. Louis Blues in 1914. The most phenomenal being when Bessie Smith’s album sold 1 million copies. New Orleans style was born between about 1900 until 1917 and became well-known as Dixieland with music by Ferdinand Jelly Roll Morton, Joseph King Oliver, and so on.

Swing was the next development in jazz in about the 1920s with the golden age being between 1935-1945 with legendary musicians such as Duke Ellington, Count Bassie, and Benny Goodman known as the King of Swing. Be-bop was the next stage of development in jazz. This was a form of creative rebellion of improvisation against the written arrangements of swing. Be-bop was the most complex style until that time with Charlie Parker as its leading proponent. In 1950, jazz underwent many innovations with Cool Jazz as one of the outcomes. Cool Jazz was also an opponent of the jazz forms before it, with Lester Young, Stan Getz, and Miles Davis the leaders of this movement.

In the 1960s came the movement of Free Jazz with the best known figures being Ornette Coleman and John Coltrane. Free jazz supported a free style of composition in which the form of composition wasn’t bound to the pakem or rules of jazz that preceded it, and also this form focused upon improvisation which went beyond the set principles of jazz improv. Jazz Rock may be the last form of jazz to develop. The way it includes the pounding pulse of rock integrated with jazz improvisation is the most dynamic element of this style. Herbie Hancock, Miles Davis, Chick Corea, Joe Zawinul, Wayne Shorter were some of the musicians most active in popularizing this form. Jazz as a movement or musical style has experienced syncretism with contemporary 20th century music as can be seen in the work of prominent composers such as Stravinsky, Bella Bartok, Edgar Varese, Piere Boulez, and others.

New World

About two centuries ago, when a set of Javanese gamelan instruments were brought to France for a world exposition, Debussy closely observed how they were played. So impressed by the rich harmony of the gamelan, Debussy believed that this was real music, the music that he had craved, the harmony of which he had dreamed. This was the music of a world full of mystery. Debussy’s admiration at least opened a new perspective for how gamelan music could provide a new inspiration to the world of European musical composition. Debussy already felt the initial idea that the world would become a place without boundaries, meaning that when he heard the gamelan played he began to feel a different kind of catharsis. He felt like he was in that place, gamelan represented Debussy’s ideas and feelings, that this was actually the harmony he had longed for. The language of sound produced by the gamelan no longer spoke only on the technical level of how the instruments were played, but there was a region of playing that was very internal which couldn’t be found in western music at that time. Unfortunately that feeling was only experienced by Debussy, and it may be that he was born before his time.

At this time, when anything is possible, when technology is changing every minute, the emergence of new things is not difficult. Information is easily accessible, internet is a part of everyday life, having a computer is almost a requirement. The world is without boundaries, what takes place on one side of the world is quickly known on the other side. Advances in technology make it easier for a musician to enjoy and to take all musical aspects from music in other parts of the world and then make use of them in their work to create a new musical composition. But the problem of composition doesn’t stop at clepto-harmony or the use of musical symbols or signs from the music they have taken. There is a kind of sincere attitude and very deep exploration needed to construct a musical flavor which then will give birth to a new composition. Debussy’s experience described above is perhaps an example of how to build a musical atmosphere from a sincere attitude, and the genre of music that provides the most possibilities for that to happen is jazz. This is because jazz is so flexible, open, and adaptive. As the most democratic form of music, jazz has undergone many changes. Jazz has experienced a very strong current of give and take. If in the past, attention on jazz was aimed at America as the orientation of jazz, today and even since the 60s there have been small crossings when American jazz musicians went away to look for new raw material to then develop into a new trend in jazz.

Asia as the destination for eastern music became a strong magnet. India, Tibet, Afghanistan, Bali were the new hunting grounds for jazz. Ravi Shankar is a real example of the hunt, when Aldi Meola once played with him. Django Rienhardt, the guitarist with a gypsy touch and Norwegian saxophonist Jan Garbareck were the next victims in which they successfully used the traditional musical styles of their countries in the trend of modern jazz which became so popular, people from other countries flocked to America with many different and surprising styles of jazz. Today, jazz is no longer a social refection of people of the lower class, but jazz has changed into a kind of huge democratic forum in which every person from every nationality is free to interact. Jazz has become a kind of music of liberation, the kind of music most open and dynamic for a dialogue, with the instruments becoming the tools for dialogue in jazz, and this great opportunity has been captured by groups such as Krakatau in Indonesia, Arto Moreira, Oumar Sousa,Tewa Novel from Thailand, Krzystof Scieranski from Poland or even Subramanivan from India. They have created a new syncretism in jazz by bringing together the harmony of their traditional music with the harmony of jazz, and they do not try to conquer each other, but what emerges is a new musical language which is unique, World Jazz. In this way, jazz has given birth to a new world with a new social order, a new tradition.

By taking the theme, A Voice of the New World, Bandung World Jazz wants to invite musicians and music lovers to come together with a shared intention and interest to build a world without boundaries and a new civilization.

By: Djaelani, Music Facilitator at Jendela Ide, RMHR, Temasek Internasional School, Lecturer in the Music Department of UNPAS Bandung, Curator: Sabuga Jazz Fest 2008, BandungWorld Jazz 2009.

Translated by: Marjie Suanda

Leave a Comment

You can use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>